Ruangkeuangan, – Bayangkan hampir satu dari tiga tetangga di sekitar Anda hidup di bawah garis kemiskinan. Itulah kenyataan yang dihadapi warga Papua Pegunungan hari ini. Menurut data terbaru Badan Pusat Statistik, daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi di Indonesia masih terkonsentrasi di kawasan timur negeri, dengan Papua Pegunungan menempati posisi paling atas mencapai 30,03 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan. Angka ini jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 8,25 hingga 8,47 persen. Artinya, ketimpangan kesejahteraan antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa ini, meski secara nasional angka kemiskinan terus menunjukkan tren penurunan.
Provinsi dan Kabupaten Dengan Tingkat Kemiskinan Tinggi di Indonesia
Berdasarkan rilis BPS periode Maret 2025, sepuluh besar wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi didominasi oleh provinsi di Papua, disusul beberapa wilayah Indonesia timur lainnya. Berikut daftarnya.
- Papua Pegunungan – 30,03 persen
- Papua Tengah – 28,90 persen
- Papua Barat – 20,66 persen
- Papua Selatan – 19,71 persen
- Papua – 19,16 persen
- Nusa Tenggara Timur – 18,60 persen
- Papua Barat Daya – 17,95 persen
- Maluku – 15,38 persen
- Gorontalo – 13,24 persen
- Aceh – 12,33 persen
Di level kabupaten, kesenjangan juga terlihat jelas. Contohnya di Sulawesi Tengah, Kabupaten Tojo Una-Una tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi tersebut, mencapai 14,67 persen, hanya terpaut tipis dari Kabupaten Donggala di angka 14,66 persen. Pola serupa juga terjadi di berbagai provinsi lain, di mana kabupaten dengan akses infrastruktur terbatas cenderung mencatat angka kemiskinan jauh di atas rata-rata provinsinya.
Mengapa Papua Pegunungan Selalu Berada di Puncak Daftar Kemiskinan Tinggi
Sejak resmi menjadi provinsi hasil pemekaran, Papua Pegunungan konsisten menempati posisi pertama sebagai wilayah dengan persentase kemiskinan tertinggi di Indonesia. Ada beberapa faktor struktural yang membuat kondisi ini sulit berubah dalam waktu singkat.
- Biaya hidup sangat tinggi. Garis kemiskinan di Papua Pegunungan tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia, tembus lebih dari Rp1 juta per kapita per bulan, akibat harga barang yang melambung karena keterbatasan akses distribusi.
- Infrastruktur jalan yang minim. Banyak distrik belum terhubung jalan nasional, sehingga logistik harus diangkut lewat pesawat kecil atau helikopter, membuat biaya kebutuhan pokok jauh lebih mahal dibanding Pulau Jawa.
- Akses pendidikan rendah. Tingkat partisipasi sekolah, terutama di jenjang menengah dan atas, masih jauh tertinggal.
- Fasilitas kesehatan terbatas. Akses ke layanan medis dan obat-obatan sulit dijangkau di wilayah pegunungan yang terisolasi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kemiskinan di wilayah timur Indonesia bukan sekadar soal pendapatan rendah, melainkan akibat dari rantai masalah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang saling berkaitan.
Bagaimana dengan Wilayah Perkotaan Seperti Jakarta?
Menariknya, tekanan ekonomi juga mulai terasa di kota besar seperti Jakarta. Data BPS Provinsi DKI Jakarta mencatat garis kemiskinan kembali meningkat setelah sempat menurun hingga September 2024, dengan Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan garis kemiskinan tertinggi dibanding kabupaten/kota lain di ibu kota. Meski persentase kemiskinan Jakarta jauh lebih rendah dibanding Papua, kenaikan garis kemiskinan ini mengindikasikan adanya tekanan biaya hidup jangka pendek yang perlu diwaspadai, termasuk oleh kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di kota-kota besar.
Faktor Penyebab Umum Tingginya Kemiskinan di Suatu Daerah
Secara umum, ada beberapa benang merah yang menjelaskan mengapa suatu daerah bisa memiliki tingkat kemiskinan tinggi dibanding daerah lain di Indonesia.
- Ketimpangan akses pendidikan dan kesehatan antarwilayah
- Keterbatasan lapangan kerja formal
- Ketergantungan pada sektor pertanian tradisional dengan produktivitas rendah
- Biaya logistik tinggi akibat kondisi geografis yang menantang
- Minimnya investasi infrastruktur di wilayah terpencil
Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menekan angka ini lewat berbagai program bantuan sosial, namun tantangan struktural di wilayah seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur membutuhkan waktu dan strategi jangka panjang untuk benar-benar mengangkat masyarakat keluar dari jerat kemiskinan.
FAQ Seputar Daerah Dengan Tingkat Kemiskinan Tinggi di Indonesia
1. Provinsi mana yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia? Papua Pegunungan menempati posisi pertama dengan persentase penduduk miskin mencapai 30,03 persen per data BPS Maret 2025.
2. Mengapa kemiskinan di Papua Pegunungan begitu tinggi? Faktor utamanya adalah biaya hidup yang mahal akibat keterbatasan infrastruktur jalan, sehingga logistik harus diangkut lewat udara, ditambah akses pendidikan dan kesehatan yang masih terbatas.
3. Berapa persentase kemiskinan nasional Indonesia saat ini? Berdasarkan data BPS September 2025, persentase penduduk miskin nasional berada di angka 8,25 persen, menurun dibanding periode sebelumnya.
4. Provinsi mana yang memiliki tingkat kemiskinan terendah di Indonesia? Bali tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah, yakni sekitar 3,72 persen.
5. Apakah kemiskinan di Jakarta juga meningkat? Garis kemiskinan di Jakarta sempat naik kembali pada 2025 setelah tren penurunan sebelumnya, dengan Jakarta Selatan mencatat garis kemiskinan tertinggi di antara wilayah DKI lainnya.
6. Apa itu Garis Kemiskinan yang digunakan BPS? Garis Kemiskinan adalah standar pengeluaran minimum per kapita per bulan, terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan dan Non-Makanan, yang menjadi acuan menentukan status miskin tidaknya suatu rumah tangga.
7. Apa saja daerah lain yang masuk sepuluh besar tingkat kemiskinan tinggi selain Papua? Selain enam provinsi di wilayah Papua, daftar sepuluh besar juga diisi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Gorontalo, dan Aceh.



