Ruangkeuangan, – Di tengah inflasi yang terus berjalan dan kondisi fiskal yang tertekan, membiarkan uang mengendap di rekening konvensional dengan bunga 0–0,5% per tahun bukan sekadar keputusan yang kurang optimal — ini secara riil menggerus nilai kekayaan setiap bulan. Yang belum banyak disadari: rekening tabungan berbunga tinggi dengan imbal hasil 4–10% per tahun sudah tersedia di Indonesia, dijamin LPS, bisa dibuka sepenuhnya secara online, dan tidak memerlukan minimal saldo yang memberatkan.
Dengan suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini di level 4,75%, bank digital berlomba menawarkan tabungan bunga tertinggi yang jauh melampaui bank konvensional. Persaingan ini menguntungkan nasabah — tapi hanya bagi yang tahu cara memilih dengan benar.
Rekening Tabungan Berbunga Tinggi 2026: Perbandingan Lengkap dan Cara Memilih yang Tepat
Mengapa Bank Digital Bisa Kasih Bunga Jauh Lebih Tinggi?
Sebelum masuk ke daftar, penting memahami mengapa bank digital bisa menawarkan bunga yang jauh di atas bank konvensional. Jawabannya bukan sihir keuangan — tapi struktur biaya yang berbeda secara fundamental.
Bank digital memang menawarkan bunga lebih tinggi karena biaya operasional mereka lebih rendah dibanding bank konvensional dengan banyak cabang fisik. Tanpa biaya sewa ratusan kantor cabang, tanpa ribuan staf teller, dan dengan sistem yang sepenuhnya terdigitasi, bank digital bisa mengalokasikan margin yang biasanya dimakan biaya operasional menjadi bunga yang lebih menarik untuk nasabah.
Ini bukan berarti bank digital selalu lebih baik dalam segala aspek. Tapi untuk satu fungsi spesifik — memarkir dana sambil mendapat imbal hasil kompetitif — bank digital memiliki keunggulan struktural yang nyata.
Daftar Rekening Tabungan Berbunga Tinggi 2026
Berikut rekening tabungan berbunga tinggi yang tersedia di Indonesia saat ini, berdasarkan data produk per pertengahan 2026. Angka bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank — selalu cek langsung ke aplikasi atau website resmi sebelum membuka rekening.
Superbank (Celengan) — hingga 10% per tahun Superbank menawarkan bunga tabungan hingga 10% per tahun melalui produk Celengan. Bank digital ini didukung Grab dan OVO — cocok bagi yang aktif bertransaksi digital dan menginginkan bunga maksimal. Perlu dicermati apakah bunga 10% berlaku untuk seluruh saldo atau hanya sampai batas tertentu.
Bank Nano Syariah (Tabungan Aira Flexi iB) — setara 7% per tahun Bank Nano Syariah melalui produk Tabungan Aira Flexi iB menawarkan bunga setara 7% per tahun dengan prinsip syariah — pilihan tepat bagi yang mengutamakan skema bagi hasil tanpa riba.
Allo Bank (Allo Grow) — hingga 6,5% per tahun Allo Bank menghadirkan produk Allo Grow dengan bunga hingga 6,5% per tahun. Produk ini termasuk yang paling populer karena kombinasi bunga kompetitif dan kemudahan akses.
SeaBank & Bank Neo Commerce — hingga 6% per tahun Bank Neo Commerce dan SeaBank memimpin di kisaran bunga 6% per tahun — keduanya menjadi pilihan solid untuk dana darurat atau dana parkir jangka pendek hingga menengah karena likuiditasnya tinggi.
Blu by BCA Digital — 4,5% per tahun Anak perusahaan BCA ini menawarkan bunga 4,5% per tahun untuk bluSaving dengan setoran awal hanya Rp10.000. Keunggulan Blu adalah nama besar di baliknya — bagi yang masih ingin “rasa BCA” dengan bunga yang jauh lebih kompetitif dari produk induknya.
Bank Raya Indonesia — 4,25% per tahun Bank Raya Indonesia meluncurkan produk tabungan online dengan bunga 4,25% per tahun tanpa minimal saldo. Kelebihan Bank Raya adalah memiliki kantor cabang fisik untuk nasabah yang masih membutuhkan layanan tatap muka.
Digibank by DBS — 4% per tahun DBS Indonesia menghadirkan tabungan digital dengan bunga mencapai 4% per tahun tanpa minimal saldo dan tanpa biaya admin bulanan, dilengkapi fitur financial planner untuk membantu nasabah mengatur budget bulanan.
Bank Jago & Jenius — 4–5% per tahun Bank Jago, Blu BCA, dan Jenius menawarkan alternatif solid di kisaran 4–5% — dengan fitur-fitur pengelolaan keuangan yang relatif lengkap dan antarmuka yang user-friendly.
Yang Harus Dicermati Sebelum Pindah
Batas saldo yang mendapat bunga tertinggi
Bunga 10% hampir tidak pernah berlaku untuk seluruh saldo tanpa batas. Biasanya ada struktur tier: bunga tertinggi berlaku untuk saldo tertentu, dan saldo di atas ambang tersebut mendapat bunga yang lebih rendah. Pastikan kamu memahami struktur tier bunga produk yang dipilih sebelum memarkir dana dalam jumlah besar.
Jaminan LPS dan batasnya
Di Indonesia, semua simpanan di bank yang terdaftar dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama suku bunga yang ditawarkan tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Ini poin penting: jika bunga yang ditawarkan bank melebihi tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku, simpanan kamu tidak dijamin. Selalu cek apakah tabungan dengan bunga tinggi di atas 6–7% masih dijamin LPS sebelum membuka rekening.
Syarat untuk mendapat bunga maksimal
Beberapa produk mensyaratkan kondisi tertentu untuk mendapat bunga tertinggi: minimal transaksi per bulan, mempertahankan saldo minimum, atau mengaktifkan fitur tertentu di aplikasi. Baca syarat dan ketentuan dengan seksama — bunga “hingga X%” di headline tidak selalu berarti kamu otomatis mendapat X% tersebut.
Implikasi Pajak: Bunga Tabungan Kena PPh Final 20%
Ini bagian yang hampir tidak pernah disebutkan di artikel perbandingan rekening tabungan: seluruh bunga tabungan dikenakan PPh Final 20% yang langsung dipotong oleh bank sebelum dikreditkan ke rekening.
Artinya bunga nominal 6% per tahun, setelah pajak menjadi 4,8% bersih. Bunga 10% menjadi 8% bersih. Jika menyimpan Rp100 juta di deposito dengan asumsi bunga 6% per tahun, bunga kotornya Rp6 juta per tahun atau Rp500.000 per bulan. Setelah dipotong pajak 20%, yang diterima bersih sekitar Rp400.000 setiap bulannya.
Ini perlu menjadi bagian dari kalkulasi saat membandingkan produk: selalu hitung imbal hasil bersih setelah pajak, bukan angka bunga kotor yang dipajang di headline.
Satu catatan penting untuk UMKM dan wajib pajak badan: bunga tabungan yang diterima tetap harus dilaporkan dalam SPT, meski sudah dipotong PPh Final oleh bank. Konfirmasi perlakuan pajaknya dengan konsultan pajak jika nilainya signifikan.
Strategi Optimal: Pisahkan Fungsi, Pisahkan Rekening
Rekening tabungan berbunga tinggi paling efektif digunakan untuk dua fungsi spesifik — bukan untuk semua uang sekaligus:
Dana darurat. Uang yang harus liquid tapi tidak boleh diam begitu saja. Rekening tabungan digital dengan bunga 5–7% adalah tempat ideal untuk dana darurat 3–6 bulan pengeluaran — bisa ditarik kapan saja, tapi tetap menghasilkan sambil menunggu.
Dana parkir jangka pendek. Uang yang belum siap diinvestasikan ke instrumen jangka panjang (misalnya sedang menunggu timing yang tepat untuk beli reksa dana atau properti) bisa diparkirkan sementara di rekening berbunga tinggi — daripada hanya duduk di rekening giro tanpa bunga.
Untuk tujuan jangka panjang di atas 5 tahun, reksa dana saham atau instrumen investasi lain dengan potensi imbal hasil 10–15% per tahun (sebelum pajak, tapi tanpa PPh Final atas capital gain) biasanya lebih optimal secara jangka panjang dibanding tabungan berbunga tinggi.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Q: Apakah rekening di bank digital aman jika banknya baru atau kurang dikenal? A: Aman selama bank tersebut berizin dan diawasi OJK, serta simpanannya dijamin LPS. Sebelum membuka rekening, cek status izin OJK dan pastikan suku bunga yang ditawarkan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku. Untuk simpanan di atas Rp2 miliar, pertimbangkan untuk mendistribusikan ke lebih dari satu bank agar seluruhnya masuk dalam cakupan jaminan LPS.
Q: Berapa pajak yang dipotong dari bunga tabungan? A: PPh Final sebesar 20% dari bunga tabungan dipotong langsung oleh bank sebelum bunga dikreditkan ke rekening. Kamu tidak perlu menghitung atau menyetorkan sendiri — tapi perlu memperhitungkannya dalam kalkulasi imbal hasil riil. Bunga 6% nominal menjadi 4,8% bersih setelah pajak.
Q: Lebih baik rekening tabungan berbunga tinggi atau deposito? A: Tergantung kebutuhan likuiditas. Rekening tabungan berbunga tinggi lebih fleksibel — bisa ditarik kapan saja tanpa penalti. Deposito biasanya menawarkan bunga sedikit lebih tinggi tapi dana terkunci selama tenor tertentu. Untuk dana darurat, tabungan berbunga tinggi lebih tepat. Untuk dana yang memang tidak akan disentuh 3–12 bulan, deposito bisa lebih optimal.
Q: Apakah bisa punya lebih dari satu rekening di bank digital berbeda? A: Bisa dan justru disarankan untuk memaksimalkan manfaat. Banyak orang menggunakan strategi multi-rekening: satu untuk dana darurat, satu untuk tabungan tujuan tertentu, dan satu sebagai rekening utama transaksi. Pastikan total simpanan di setiap bank tidak melebihi Rp2 miliar agar seluruhnya masuk cakupan jaminan LPS.
Q: Bagaimana cara membuka rekening tabungan digital? A: Umumnya bisa dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi: unduh aplikasi bank, isi data pribadi, lakukan verifikasi identitas melalui foto KTP dan selfie (beberapa bank menggunakan video call), dan rekening aktif dalam 1–2 hari kerja. NPWP diperlukan untuk saldo di atas Rp500 juta di beberapa bank.
Q: Apakah bunga tabungan harus dilaporkan di SPT Tahunan? A: Bunga tabungan sudah dikenakan PPh Final 20% yang dipotong langsung oleh bank — artinya kewajiban pajaknya sudah selesai di tingkat pemotongan. Namun untuk keperluan pelaporan SPT yang lengkap, terutama bagi wajib pajak yang memiliki penghasilan dari berbagai sumber, saldo dan penghasilan bunga tabungan sebaiknya tetap dilaporkan dalam SPT Tahunan pada kolom yang sesuai. Konsultasikan dengan konsultan pajak jika nilainya signifikan.



