Ruangkeuangan, – Di tengah tren investasi yang makin populer, banyak orang mulai mempertanyakan Investasi atau Dana Darurat Dulu sebagai langkah awal membangun pondasi finansial. Sekilas, investasi terlihat lebih menarik karena menawarkan potensi keuntungan, tetapi kenyataannya keputusan ini harus mempertimbangkan risiko hidup yang penuh kejutan.
Menurut berbagai ahli keuangan, dana darurat adalah fondasi utama sebelum seseorang mulai berinvestasi. Tanpa dana cadangan, seseorang bisa terpaksa mencairkan investasi di waktu yang salah—misalnya ketika pasar sedang turun—dan akhirnya mengalami kerugian. Dana darurat berfungsi sebagai pelindung finansial dari kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan darurat lainnya .
Investasi atau Dana Darurat Dulu? Ini Prinsip Dasarnya
Banyak perencana keuangan sepakat bahwa dana darurat harus menjadi prioritas pertama. Alasannya sederhana: dana darurat adalah “payung sebelum hujan”. Tanpa perlindungan ini, investasi justru bisa menjadi bumerang. OJK juga menegaskan bahwa dana darurat sebaiknya disimpan di instrumen likuid dan berisiko rendah seperti tabungan, deposito, atau reksa dana pasar uang .
Namun, bukan berarti kamu harus menunggu dana darurat penuh sebelum mulai investasi. Banyak ahli menyarankan pembagian porsi, misalnya 70% untuk dana darurat dan 30% untuk investasi kecil‑kecilan. Dengan cara ini, kamu tetap aman sekaligus tetap berkembang secara finansial .
Risiko Besar Jika Langsung Investasi Tanpa Dana Darurat
Salah satu risiko terbesar adalah panik saat butuh uang cepat. Tanpa dana cadangan, seseorang terpaksa menjadikan investasi sebagai “tabungan darurat”, padahal fungsinya berbeda. Jika pasar sedang turun, kamu bisa terpaksa menjual rugi. Inilah alasan mengapa banyak ahli menyebut dana darurat sebagai pondasi utama sebelum melangkah ke dunia investasi .
Berapa Besar Dana Darurat yang Ideal?
Rekomendasi umum:
- 3–6 bulan pengeluaran untuk yang masih lajang
- 6–12 bulan pengeluaran untuk yang sudah berkeluarga
Instrumen penyimpanan yang disarankan:
- Tabungan
- Deposito
- Reksa dana pasar uang (likuid & rendah risiko).
Apakah Bisa Menabung Dana Darurat dan Investasi Bersamaan?
Bisa. Bahkan dianjurkan. Contoh pembagian:
- 70% → Dana darurat
- 30% → Investasi bertahap
Pendekatan ini membuat kamu tetap aman sekaligus tetap bertumbuh secara finansial .
FAQ
1. Apa yang harus diprioritaskan: Investasi atau Dana Darurat Dulu?
Dana darurat dulu, karena berfungsi sebagai perlindungan finansial dari risiko tak terduga.
2. Apakah harus menunggu dana darurat penuh sebelum mulai investasi?
Tidak. Kamu bisa menjalankan keduanya bersamaan dengan porsi berbeda.
3. Di mana sebaiknya menyimpan dana darurat?
Instrumen likuid dan rendah risiko seperti tabungan, deposito, atau reksa dana pasar uang.
4. Apa risiko jika langsung investasi tanpa dana darurat?
Kamu bisa terpaksa menjual aset di waktu yang salah dan mengalami kerugian.
5. Berapa besar dana darurat yang ideal?
3–6 bulan pengeluaran untuk lajang, 6–12 bulan untuk yang sudah berkeluarga.



