Ruangkeuangan, – Ada seseorang yang bekerja bertahun-tahun untuk mencapai kondisi finansial yang stabil, membeli rumah yang diimpikan, menyekolahkan anak di tempat terbaik, hingga akhirnya merasa hidupnya sudah mapan. Namun anehnya, ketika target itu tercapai, kekayaan yang selama ini dikejar tidak selalu membawa rasa cukup yang diharapkan. Ada kekosongan yang tersisa, seolah ada tujuan lain yang belum terjawab dari semua yang telah dikumpulkan.
Islam menjelaskan bahwa kekosongan semacam itu wajar terjadi ketika harta dikejar tanpa memahami untuk apa sebenarnya ia diberikan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 7:
“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.”
Ayat ini menegaskan bahwa harta yang dimiliki manusia sesungguhnya adalah amanah yang dititipkan Allah, sehingga penggunaannya seharusnya mengikuti arah yang telah ditetapkan-Nya, bukan sekadar mengikuti keinginan pribadi semata.
Tujuan Kekayaan Menurut Islam: Sarana, Bukan Tujuan Akhir
Islam memandang harta sebagai alat untuk mencapai kebaikan yang lebih besar, bukan sebagai tujuan akhir dari sebuah kehidupan. Ada beberapa arah penggunaan yang dijelaskan dalam Al-Quran dan hadis tentang untuk apa sebenarnya kemapanan finansial ini seharusnya diarahkan.
Kekayaan sebagai Sarana Menunaikan Zakat dan Ibadah Wajib
Salah satu tujuan utama memiliki harta yang cukup dalam Islam adalah agar seseorang mampu menunaikan kewajiban seperti zakat dan haji. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
Ayat ini menunjukkan bahwa harta yang dimiliki bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi sarana membersihkan diri dari sifat kikir sekaligus membantu orang lain yang membutuhkan.
Sebagai Bekal Amal Jariyah yang Terus Mengalir
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
Harta yang digunakan untuk membangun sesuatu yang manfaatnya terus mengalir, seperti wakaf atau sedekah jariyah, menjadi salah satu jalan agar pahala tetap terus bertambah meski pemiliknya sudah tiada.
Sebagai Wujud Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Islam juga menegaskan bahwa memenuhi nafkah keluarga termasuk bagian dari ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya di antara dinar yang kamu infakkan adalah dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak, dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu. Yang paling besar pahalanya adalah dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu.” (HR. Muslim)
Peringatan Al-Quran agar Tidak Terjebak dalam Gaya Hidup Berlebihan
Meski Islam tidak melarang seseorang menjadi mapan secara finansial, Al-Quran juga memperingatkan agar harta tidak digunakan untuk berlomba-lomba dalam kemewahan yang melalaikan. Dalam Surah At-Takatsur ayat 1-2, Allah berfirman:
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kemapanan yang tidak diarahkan pada tujuan yang benar justru berisiko membuat seseorang lupa pada tanggung jawab yang sesungguhnya, baik kepada sesama maupun kepada Allah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Untuk apa sebaiknya kekayaan digunakan menurut Islam? Kekayaan sebaiknya digunakan sebagai sarana menunaikan zakat dan ibadah wajib, bekal amal jariyah, serta wujud tanggung jawab menafkahi keluarga, bukan semata untuk kepuasan pribadi.
2. Apa dalil bahwa harta adalah titipan dari Allah? Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Hadid ayat 7, yang menjelaskan bahwa harta yang dikuasai manusia sesungguhnya adalah amanah dari Allah yang harus dinafkahkan sesuai arahan-Nya.
3. Kenapa zakat penting dalam penggunaan harta yang dimiliki? Karena menurut Surah At-Taubah ayat 103, zakat berfungsi membersihkan dan menyucikan harta serta pemiliknya, sekaligus menjadi sarana membantu orang yang membutuhkan.
4. Apa itu sedekah jariyah dan kaitannya dengan harta yang dimiliki? Sedekah jariyah adalah harta yang digunakan untuk sesuatu yang manfaatnya terus mengalir, seperti wakaf, dan tetap memberi pahala meski pemiliknya telah meninggal dunia, sesuai hadis riwayat Muslim.
5. Apakah menafkahi keluarga termasuk ibadah dalam Islam? Ya. Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadis riwayat Muslim bahwa nafkah untuk keluarga termasuk dinar yang paling besar pahalanya dibanding bentuk infak lainnya.
6. Apa bahaya menggunakan harta hanya untuk gaya hidup mewah? Surah At-Takatsur ayat 1-2 memperingatkan bahwa bermegah-megahan dengan harta bisa melalaikan seseorang dari tanggung jawab dan tujuan hidup yang sesungguhnya.



