Ruangkeuangan, – Perhiasan berwarna keperakan yang belakangan makin digemari ini sebenarnya bukan logam mulia tersendiri, melainkan emas putih yang merupakan hasil campuran emas murni dengan logam putih lain. Tampilannya yang modern dan netral membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai gaya berbusana, sehingga banyak dicari sebagai alternatif dari perhiasan emas kuning konvensional.
Pengertian dan Kandungan Logam Emas Putih
Secara definisi, jenis perhiasan ini terbentuk dari campuran emas murni dengan logam putih seperti perak, paladium, atau platinum, kemudian dilapis rhodium agar tampilannya lebih mengkilap dan tahan lama. Semakin tinggi kadar karatnya, semakin tinggi pula kandungan emas murni di dalamnya, sementara sisanya diisi oleh logam campuran tersebut.
Kadar karat pada perhiasan ini umumnya bervariasi, mulai dari 8K hingga 24K. Emas 24 karat dianggap sebagai yang paling murni dengan kemurnian rata-rata 99,99%, namun jarang digunakan untuk perhiasan karena teksturnya terlalu lunak. Untuk gelang atau cincin, kadar 10-12 karat biasanya sudah cukup, sementara anting atau kalung disarankan menggunakan kadar 14-18 karat agar lebih kokoh dan tahan lama.
Lapisan rhodium pada permukaan perhiasan inilah yang memberikan kesan mengkilap khas warna keperakan. Namun, lapisan ini bisa memudar seiring waktu dan pemakaian, sehingga perlu dipoles ulang secara berkala agar tampilannya tetap optimal.
Tips Sebelum Membeli Emas Putih
Sebelum memutuskan membeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah pilih dan merugi di kemudian hari.
- Cek kemurnian dan kadar karat. Pastikan kadar karat sesuai dengan kebutuhan, misalnya 10-12 karat untuk gelang atau cincin, dan 14-18 karat untuk anting atau kalung.
- Bandingkan harga pasaran terkini. Karena harga emas selalu berfluktuasi, cek harga resmi terlebih dahulu sebelum membeli agar mendapat nilai yang wajar.
- Kunjungi beberapa toko untuk membandingkan harga. Namun tetap waspada terhadap penawaran yang jauh di bawah harga pasaran karena berpotensi mengindikasikan kualitas atau kadar yang tidak sesuai.
- Periksa kondisi fisik perhiasan. Pastikan tidak ada cacat, goresan, cuilan, atau noda yang dapat memengaruhi kilau maupun nilai jual kembalinya.
- Beli hanya dari toko bersertifikat dan bereputasi baik. Toko tepercaya biasanya menawarkan jaminan penjualan ulang serta sertifikat resmi yang menjaga nilai jual tetap tinggi.
- Simpan nota dan sertifikat pembelian dengan baik. Dokumen ini menjadi bukti penting saat hendak menjual kembali di kemudian hari.
Perawatan Setelah Membeli
Setelah dibeli, perhiasan berbahan campuran ini tetap membutuhkan perawatan rutin agar kilaunya bertahan lama. Hindari kontak langsung dengan bahan kimia seperti parfum atau sabun saat digunakan, dan lakukan pelapisan ulang rhodium secara berkala di toko perhiasan tepercaya apabila kilaunya mulai memudar.
FAQ Seputar Emas Putih
1. Apa itu emas putih? Emas putih adalah perhiasan hasil campuran emas murni dengan logam putih seperti perak, paladium, atau platinum, yang kemudian dilapis rhodium agar tampilannya mengkilap dan tahan lama.
2. Apa saja kandungan logam yang mencampurinya? Kandungannya terdiri dari emas murni yang dicampur logam putih seperti perak, paladium, atau platinum, dengan lapisan rhodium di bagian permukaan.
3. Kadar karat berapa yang cocok untuk perhiasan sehari-hari? Untuk gelang atau cincin, kadar 10-12 karat sudah cukup, sementara anting atau kalung sebaiknya menggunakan kadar 14-18 karat agar lebih kokoh.
4. Apa yang perlu diperhatikan sebelum membelinya? Perhatikan kemurnian dan kadar karat, bandingkan harga di beberapa toko, periksa kondisi fisik perhiasan, serta pastikan membeli dari toko bersertifikat dan bereputasi baik.
5. Kenapa lapisan rhodium perlu dipoles ulang secara berkala? Karena lapisan rhodium dapat memudar seiring waktu dan pemakaian, sehingga perlu dipoles ulang agar tampilan perhiasan tetap mengkilap dan terjaga nilai jualnya.



