Ruangkeuangan, – Di tengah pasar saham yang bergejolak dan bunga deposito yang terus tergerus, ada instrumen investasi yang tenang-tenang saja — imbal hasilnya tetap, cair setiap bulan, dan dijamin langsung oleh negara. Bukan produk baru, tapi banyak yang masih belum memanfaatkannya. Sukuk Ritel 2026 kembali hadir dengan dua seri penawaran sepanjang tahun ini, dan jika kamu belum masuk, ada satu kesempatan lagi yang masih bisa ditunggu.
Sukuk Ritel 2026: Dua Seri, Satu Prinsip Syariah yang Sama
Tahun 2026, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menjadwalkan dua penerbitan Sukuk Ritel — yakni SR024 dan SR025. Keduanya adalah instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang ditujukan untuk investor individu Warga Negara Indonesia, dengan prinsip akad ijarah (sewa) — bukan bunga.
Penjualan dilakukan secara online melalui sistem e-SBN lewat mitra distribusi resmi yang ditunjuk pemerintah, mulai dari bank konvensional, bank syariah, hingga platform investasi digital.
SR024 — Seri Pertama 2026, Kupon Hingga 5,9% per Tahun
Pemerintah membuka penawaran SR024 kepada investor individu mulai 6 Maret hingga 15 April 2026. Instrumen ini hadir dalam dua pilihan tenor: SR024T3 (3 tahun) dan SR024T5 (5 tahun).
Pemerintah menetapkan kupon SR024 sebesar 5,5% per tahun untuk tenor 3 tahun dan 5,9% per tahun untuk tenor 5 tahun. Kupon bersifat tetap (fixed) hingga jatuh tempo.
Minimal pembelian SR024 adalah Rp1 juta, dengan kelipatan Rp1 juta. Maksimal pembelian per individu adalah Rp5 miliar untuk tenor 3 tahun dan Rp10 miliar untuk tenor 5 tahun.
Masa penawaran SR024 sudah berakhir pada April 2026. Namun masih ada satu seri lagi yang bisa dimanfaatkan.
SR025 — Kesempatan Kedua di Semester II 2026
Pemerintah menjadwalkan penawaran SR025 pada 21 Agustus hingga 16 September 2026. Jadwal ini bersifat tentatif dan bisa berubah menyesuaikan kebijakan Kementerian Keuangan.
Detail kupon dan tenor SR025 belum diumumkan — Kemenkeu biasanya merilis angka resmi beberapa hari sebelum masa penawaran dibuka. Namun mengacu pada pola historis, SR025 kemungkinan besar akan hadir dalam dua tenor (3 tahun dan 5 tahun) dengan imbal hasil yang disesuaikan kondisi pasar saat itu.
Bagi yang melewatkan SR024, ini adalah kesempatan kedua yang patut disiapkan dari sekarang.
Mengapa Sukuk Ritel Diminati Investor?
Ada beberapa alasan mengapa instrumen ini terus laris setiap kali dibuka penawarannya:
Dijamin negara, nol risiko gagal bayar. Pembayaran pokok dan imbal hasil SR dijamin langsung oleh negara. Pemerintah akan tetap membayar imbal hasil bulanan dan mengembalikan dana pokok saat jatuh tempo, bahkan ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Imbal hasil tetap, cair setiap bulan. Tidak seperti saham yang fluktuatif atau deposito yang baru bisa dicairkan saat jatuh tempo, kupon Sukuk Ritel dibayarkan setiap bulan dengan jumlah yang sudah pasti sejak awal.
Berbasis syariah. SR diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dengan akad ijarah (sewa), bukan berbasis bunga seperti obligasi konvensional. Ini menjadikannya pilihan yang tepat bagi investor yang ingin menghindari riba.
Bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Berbeda dengan Sukuk Tabungan, Sukuk Ritel dapat dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder — memberikan fleksibilitas likuiditas bagi investor yang membutuhkan dana sewaktu-waktu.
Dana Sukuk Ritel Digunakan untuk Apa?
Ini yang sering tidak diketahui banyak investor: uang yang kamu investasikan di Sukuk Ritel tidak hanya “disimpan” oleh pemerintah. Dana hasil penerbitan Sukuk Ritel digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan kepada pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada pemerintah. Imbal hasil yang diterima investor setiap bulan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat.
Dengan kata lain, kamu bukan sekadar berinvestasi — kamu juga ikut berkontribusi pada pembiayaan proyek dan infrastruktur negara secara syariah.
Cara Membeli Sukuk Ritel 2026
Pembelian Sukuk Ritel dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi (bank, platform investasi) yang terdaftar di sistem e-SBN Kemenkeu. Langkah dasarnya:
- Siapkan KTP dan rekening bank aktif
- Buat Single Investor Identification (SID) melalui mitra distribusi pilihan
- Setelah SID aktif (proses maksimal 3 hari kerja), kamu sudah bisa memesan
- Pembelian minimal Rp1 juta, kelipatan Rp1 juta
- Pantau jadwal penawaran SR025 mulai Agustus 2026
FAQ: Sukuk Ritel 2026
Apa itu Sukuk Ritel dan siapa yang menerbitkannya? Sukuk Ritel adalah instrumen investasi berbasis syariah yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Produk ini termasuk dalam kategori Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan dirancang untuk investor individu Warga Negara Indonesia.
Berapa seri Sukuk Ritel yang terbit di tahun 2026? Ada dua seri — SR024 (masa penawaran 6 Maret–15 April 2026) dan SR025 (dijadwalkan 21 Agustus–16 September 2026). Jadwal SR025 masih bersifat tentatif.
Berapa imbal hasil SR024? SR024T3 (tenor 3 tahun) menawarkan kupon 5,5% per tahun, sementara SR024T5 (tenor 5 tahun) menawarkan kupon 5,9% per tahun. Keduanya bersifat fixed rate hingga jatuh tempo.
Berapa modal minimal untuk membeli Sukuk Ritel? Minimal pembelian adalah Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta. Batas maksimal per individu adalah Rp5 miliar untuk tenor 3 tahun dan Rp10 miliar untuk tenor 5 tahun.
Apakah Sukuk Ritel aman? Ya. Pokok investasi dan imbal hasil Sukuk Ritel dijamin sepenuhnya oleh negara melalui Undang-Undang APBN. Tidak ada risiko gagal bayar karena pemerintah yang bertanggung jawab langsung atas pembayarannya.
Apa bedanya Sukuk Ritel dengan deposito? Sukuk Ritel menawarkan imbal hasil yang umumnya lebih tinggi dari deposito di bank besar, dengan pembayaran dilakukan setiap bulan. Selain itu, Sukuk Ritel berbasis prinsip syariah (akad ijarah), dapat diperdagangkan di pasar sekunder, dan dijamin langsung oleh negara — bukan oleh LPS seperti deposito.
Kapan SR025 dibuka dan bagaimana cara membelinya? SR025 dijadwalkan ditawarkan pada 21 Agustus–16 September 2026. Pembelian dilakukan secara online melalui mitra distribusi resmi Kemenkeu (bank atau platform investasi). Pantau pengumuman resmi dari DJPPR Kemenkeu untuk detail kupon dan tenor yang akan dirilis menjelang masa penawaran.
Apakah Sukuk Ritel bisa dicairkan sebelum jatuh tempo? Bisa. Sukuk Ritel dapat dijual di pasar sekunder sebelum tanggal jatuh tempo. Harga jual di pasar sekunder bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari harga beli, tergantung kondisi pasar.



